Pemberdayaan Perempuan: Kunci Kesetaraan Gender di Indonesia


Pemberdayaan perempuan merupakan kunci utama dalam mencapai kesetaraan gender di Indonesia. Perempuan sebagai bagian penting dari masyarakat harus diberdayakan agar memiliki peran yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan.

Menurut data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini menunjukkan perlunya upaya pemberdayaan perempuan agar mereka dapat aktif berkontribusi dalam pembangunan negara.

Pemberdayaan perempuan juga menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, merupakan kunci dalam mencapai kesetaraan gender. Beliau menambahkan bahwa “perempuan harus diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.”

Program-program pemberdayaan perempuan seperti pelatihan keterampilan, pendidikan, dan akses ke pasar kerja menjadi penting untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan. Hal ini sejalan dengan pendapat Direktur Eksekutif UN Women, Phumzile Mlambo-Ngcuka, yang mengatakan bahwa “pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberi mereka hak, tapi juga tentang memberdayakan mereka agar mampu mengambil keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka sendiri.”

Dengan adanya upaya pemberdayaan perempuan, diharapkan dapat tercipta kesetaraan gender yang merata di berbagai sektor kehidupan. Sehingga perempuan dapat berperan secara maksimal dalam pembangunan negara dan mencapai potensi yang sebenarnya. Karena, seperti yang dikatakan oleh Presiden RI, Joko Widodo, “tanpa kesetaraan gender, Indonesia tidak akan bisa mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkelanjutan.”