Dampak Kehilangan Mata Pencaharian Terhadap Ekonomi Keluarga di Indonesia


Dampak kehilangan mata pencaharian terhadap ekonomi keluarga di Indonesia sangatlah signifikan. Kehilangan pekerjaan atau sumber pendapatan dapat memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan sehari-hari keluarga, terutama dalam hal keuangan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 6,26%, dengan jumlah pengangguran mencapai 8,29 juta orang. Kehilangan mata pencaharian ini tentu akan berdampak pada ekonomi keluarga, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok dan pendidikan anak-anak.

“Kehilangan mata pencaharian dapat mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi keluarga. Mereka mungkin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal,” ujar Pakar Ekonomi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Budi Santoso.

Selain itu, dampak kehilangan mata pencaharian juga dapat berdampak pada kesehatan mental anggota keluarga yang terkena dampaknya. Stres akibat ketidakpastian ekonomi dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang, yang pada akhirnya juga akan berdampak pada hubungan antar anggota keluarga.

“Kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil dapat menyebabkan stres dan konflik di dalam keluarga. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental anggota keluarga dan memperburuk kondisi ekonomi secara keseluruhan,” tambah Prof. Dr. Budi Santoso.

Untuk mengatasi dampak kehilangan mata pencaharian terhadap ekonomi keluarga, diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah perlu memberikan bantuan sosial dan pelatihan kerja bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan, serta menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.

“Sementara itu, masyarakat juga perlu meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan perubahan ekonomi. Pendidikan dan pelatihan kerja menjadi kunci untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing di pasar kerja,” jelas Prof. Dr. Budi Santoso.

Dengan upaya bersama dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak kehilangan mata pencaharian terhadap ekonomi keluarga di Indonesia dapat diminimalkan, sehingga kehidupan keluarga dapat lebih stabil dan sejahtera.