Ketidaksetaraan akses di Indonesia telah menjadi masalah yang terus mengemuka dalam beberapa tahun terakhir. Banyak faktor yang menyebabkan ketidaksetaraan akses ini terjadi, mulai dari perbedaan ekonomi, pendidikan, hingga geografis. Namun, peran negara dan masyarakat sangatlah penting dalam mengurai masalah ini.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ketidaksetaraan akses di Indonesia terutama terjadi dalam hal pendidikan. Hal ini terlihat dari disparitas antara akses pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hanya sekitar 60% siswa di pedesaan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sementara di perkotaan angkanya mencapai 80%.
Dalam mengatasi masalah ini, peran negara sangatlah penting. Negara harus memastikan bahwa semua warga negara, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, “Pemerintah harus terus melakukan upaya untuk mengurangi ketidaksetaraan akses pendidikan di Indonesia. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.”
Namun, tidak hanya peran negara yang penting dalam mengatasi masalah ketidaksetaraan akses. Masyarakat juga memiliki peran yang sangat besar dalam memastikan bahwa semua warga negara mendapatkan akses yang sama terhadap berbagai layanan dasar. Menurut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pendidikan untuk Semua, “Masyarakat harus turut serta dalam memberikan dukungan kepada pemerintah dalam mengatasi ketidaksetaraan akses di Indonesia. Dengan bersatu, kita bisa menciptakan perubahan yang nyata.”
Dengan adanya kerja sama antara negara dan masyarakat, diharapkan masalah ketidaksetaraan akses di Indonesia dapat terus diurai dan akhirnya terselesaikan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Ketidaksetaraan akses bukanlah hal yang bisa dibiarkan terus berlangsung. Negara dan masyarakat harus bersatu untuk menciptakan Indonesia yang lebih adil dan merata bagi semua warganya.”