Mendukung Inklusi Digital melalui Akses Teknologi Rendah di Indonesia


Inklusi digital adalah suatu hal yang sangat penting di era digital saat ini. Namun, tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap teknologi. Oleh karena itu, mendukung inklusi digital melalui akses teknologi rendah di Indonesia merupakan suatu langkah yang sangat penting untuk dilakukan.

Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), hanya sekitar 30% penduduk Indonesia yang memiliki akses internet. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum terjangkau oleh inklusi digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memberikan akses teknologi rendah kepada masyarakat agar semua orang dapat merasakan manfaat dari digitalisasi.

Salah satu cara untuk mendukung inklusi digital melalui akses teknologi rendah adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam menggunakan teknologi. Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. Dr. Dedy Permadi, pakar teknologi informasi dari Universitas Indonesia, yang menyatakan bahwa “pemberian pelatihan teknologi kepada masyarakat dapat meningkatkan inklusi digital di Indonesia.”

Selain itu, dukungan dari pemerintah dan perusahaan swasta juga sangat diperlukan dalam memfasilitasi akses teknologi rendah bagi masyarakat. Menurut Dr. Rini Setiowati, Direktur Eksekutif ICT Watch, “pemerintah perlu memberikan subsidi dan insentif kepada perusahaan teknologi untuk mengembangkan infrastruktur teknologi rendah di daerah-daerah terpencil.”

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan inklusi digital melalui akses teknologi rendah di Indonesia dapat terwujud. Sehingga, semua orang dapat merasakan manfaat dari kemajuan teknologi dan tidak tertinggal dalam era digital ini. Semoga Indonesia dapat menjadi negara yang inklusif secara digital untuk kemajuan bersama.