Kemiskinan pedesaan merupakan permasalahan yang telah lama menghantui negara kita, Indonesia. Dampak kemiskinan pedesaan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sangatlah signifikan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di pedesaan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan. Hal ini tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara kita secara keseluruhan.
Menurut Dr. Asep Suryahadi, ekonom dari Universitas Padjajaran, “Kemiskinan pedesaan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia karena mereka merupakan bagian terbesar dari populasi negara ini. Jika penduduk di pedesaan tidak memiliki akses yang memadai terhadap pendidikan dan kesehatan, maka mereka akan sulit untuk meningkatkan taraf hidup mereka, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.”
Selain itu, ketimpangan ekonomi antara pedesaan dan perkotaan juga akan semakin melebar jika masalah kemiskinan di pedesaan tidak segera diatasi. Menurut Prof. Riwanto Tirtosudarmo, pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, “Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata antara pedesaan dan perkotaan akan berdampak pada ketidakstabilan sosial dan politik di Indonesia.”
Salah satu solusi untuk mengatasi dampak kemiskinan pedesaan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dengan meningkatkan akses masyarakat pedesaan terhadap infrastruktur yang memadai, seperti jalan raya, listrik, dan air bersih. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat pedesaan agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.
Dengan upaya yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan masalah kemiskinan pedesaan dapat diatasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat secara merata. Sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Kita harus bersama-sama berjuang untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berjalan secara berkelanjutan.”