Inovasi dalam pertanian berkelanjutan merupakan langkah penting menuju kemandirian pangan di Indonesia. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, para petani dan pakar pertanian terus mengembangkan berbagai teknologi dan metode inovatif.
Salah satu contoh inovasi dalam pertanian berkelanjutan adalah penggunaan teknologi pertanian organik. Menurut Kementerian Pertanian, teknologi pertanian organik dapat meningkatkan produktivitas tanaman secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia atau pestisida sintetis. Dengan demikian, pertanian organik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pakar pertanian Dr. Ir. Bambang Surya Putra, M.Sc. juga menambahkan bahwa inovasi dalam pertanian berkelanjutan tidak hanya terbatas pada teknologi, tetapi juga melibatkan manajemen sumber daya alam dan pengelolaan risiko. “Penting bagi para petani untuk memahami pentingnya keberlanjutan dalam pertanian agar dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan produktif,” ujarnya.
Selain itu, inovasi dalam pertanian berkelanjutan juga mencakup pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dan penyakit. Menurut Prof. Dr. Ir. Siti Nuramalia, M.Si., varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dapat membantu petani menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. “Dengan menggunakan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim, petani dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kerentanan terhadap bencana alam,” katanya.
Dengan demikian, inovasi dalam pertanian berkelanjutan bukan hanya sekedar tren, tetapi juga merupakan kebutuhan mendesak dalam menjaga ketahanan pangan negara. Melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pakar pertanian, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.