Dampak Buruk Pekerja Anak terhadap Pertumbuhan Anak


Pekerja anak menjadi salah satu isu yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Dampak buruk pekerja anak terhadap pertumbuhan anak menjadi hal yang harus segera diatasi. Menurut data dari International Labour Organization (ILO), jumlah pekerja anak di Indonesia mencapai 2,1 juta pada tahun 2020. Angka ini tentu menjadi alarm bagi kita semua untuk segera bertindak.

Menurut psikolog anak, dr. Maria, pekerja anak dapat memberikan dampak yang sangat buruk terhadap pertumbuhan anak. “Anak yang bekerja cenderung mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik dan mentalnya. Mereka juga rentan mengalami stres dan kelelahan akibat beban kerja yang berat,” ujarnya.

Selain itu, pekerja anak juga rentan mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual di tempat kerja. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi psikologis anak dan membuat mereka sulit berkonsentrasi di sekolah. “Pekerja anak juga cenderung putus sekolah karena mereka tidak memiliki waktu dan energi yang cukup untuk belajar,” tambah dr. Maria.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Nurul, pemerintah perlu segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah pekerja anak. “Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap praktik pekerja anak dan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku yang mempekerjakan anak di bawah umur,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga perlu berperan aktif dalam memberikan pendidikan dan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. “Kita harus memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan masa depan yang cerah,” tambah Nurul.

Dampak buruk pekerja anak terhadap pertumbuhan anak memang menjadi masalah serius yang harus segera diatasi. Semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, perlu bekerja sama untuk melindungi hak-hak anak dan memberikan mereka kesempatan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih baik. Jadi, mari kita bersatu untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.